admin December 21, 2018

Jokowi Ma’ruf Amin sampai hari ini masih terus memenuhi timeline sosial media maupun situs berita online. Pasangan capres dan cawapres nomor satu ini memang tengah sibuk melaksanakan kegiatan kampanye untuk pemilu 2019 nanti. Sehingga tidak heran banyak media yang terus memperbarui berita tentang keduanya.

Kegiatan kampanye ini terlihat dari sejumlah rangkaian kunjungan yang dilakukan oleh capres dan cawapres ini. Meski begitu kegiatan kampanye ini tidak harus dilakukan keduanya secara bersama-sama dalam satu waktu dan satu tempat.

Hal ini pula yang terlihat saat Jokowi bertandang ke Bangkalan, Madura. Di mana pada saat bersamaan Ma’ruf Amin tengah berada di Pondok Pesantren Al-Masthuriyah, Sukabumi, Jawa Barat.

Hari Rabu, 19 Desember 2018 Jokowi tiba di Bangkalan dan langsung menuju ke Pendapa Agung yang berada di Jln. Letnan Abdullah tepatnya di kelurahan Kraton. Bertolak dari Pendapa Agung, Jokowi melanjutkan kunjungan di Gedung Rato Ebu untuk menghadiri acara Deklarasi Ulama Se-Madura.

Menerima Sorban dari Ulama Bangkalan

Dalam kunjungannya ke Madura pada Rabu 19 Desember 2018 kemarin, calon presiden Joko Widodo menerima hadiah sorban dari Muhammad Faisol Anwar yang merupakan ulama sepuh Bangkalan. Sorban tersebut diberikan di Gedung Serbaguna Rato Ebuh, Madura, Jawa Timur.

Sorban dari Kyai Faisol tersebut dipasangkan pada leher Jokowi setelah pembacaan deklarasi yang berisi dukungan para ulama Madura atas pencalonanan capres dan cawapres ini.

Dalam acara tersebut juga terlihat kehadiran putri kedua Gus Dur, yakni Yenny Wahid, Pramono Agung (Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan Romahurmuziy), Nyai Siti Masnuri atau yang dikenal sebagai Nyai Imas (istri mantan Bupati Bangkalan), dan Abdul Kadir Karding (politikus Partai Kebangkitan Bangsa).

Hadir pula Abdul Muhaimin Makki, ulama Bangkalan yang juga merupakan Ketua Pengurus Cabang NU Bangkalan. Beliau lah yang bertugas membacakan deklarasi dukungan untuk pasangan Jokowi Ma’ruf Amin.

Abdul Muhaimin Makki mengatakan bahwa: “Kami ulama Madura bersama konsorsium kader Gus Dur menyatakan dukungan sepenuhnya kepada pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 01, Bapak Insiyur Haji Jokowi dan Prof Dr. KH. Ma’ruf Amin”.

Pertimbangan Ulama Atas Dukungan yang Diberikan Pada Jokowi Ma’ruf Amin

Dukungan tersebut tidak serta merta diberikan tanpa pertimbangan yang matang. Ada beberapa pertimbangan yang pada akhirnya membuat ulama Bangkalan menyatakan dukungannya untuk pasangan capres dan cawapres nomor urut 1 ini.

Berikut adalah tiga poin utama yang dijadikan bahan pertimbangan ulama Bangkalan.

  1. Kepemimpinan nasional RI diharapkan mampu memegang teguh konsep persatuan dalam konsep NKRI dan harus terbebas dari segala macam ideologi pemecah belah.
  2. Konsep persatuan dan kesatuan yang dimaksud telah dirumuskan oleh para pendiri bangsa yang kemudian dijadikan sebagai fungsi nasionalis-religius, dan religus-nasionalis.
  3. Adanya pasangan capres dan cawapres yang kompeten, baik dari kalangan nasionalis berprestasi dan ulama-ekonom yang terkemuka.

Tidak dipungkiri bahwa musim pemilu kali ini cukup memanas. Persaingan antara kedua kubu capres dan cawapres semakin menguat. Walaupun demikian hal tersebut tidak menyurutkan semangat tim sukses kemenangan Jokowi Ma’ruf Amin. Mereka yakin bahwa Presiden yang dikenal dengan kesederhanaannya ini dapat bertahan dan melanjutkan masa jabatannya hingga dua periode.

Menggandeng Ma’ruf Amin sebagai cawapres, Jokowi optimis dapat mengantarkan Indonesia menjadi negara yang maju. Hal ini juga terlihat dari tagline yang sering ditunjukkan oleh pendukung pasangan ini, yang berbunyi “Jokowi-Amin Indonesia Maju”.

(Visited 30 times, 1 visits today)

Leave a comment.

Your email address will not be published. Required fields are marked*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.