admin February 12, 2019

Difteri adalah penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri. Penyakit ini sangat mudah untuk menyerang anak karena anak masih memiliki ketahanan tubuh yang masih rendah. Terdapat gejala dari penyakit difteri yang dapat Anda ketahui bila Difteri telah menyerang anak. Di bawah ini beberapa cara yang digunakan untuk mengenali gejala difteri pada anak:

  1. Terbentuknya Lapisan Tipis Abu-Abu

Gejala pertama yang dapat timbul dari penyakit difteri adalah terbentuknya lapisan tipis abu-abu yang menutupi tenggorokan dan amandel. Jangan sampai penderita memliki lapisan ini yang banyak. Lapisan tersebut jika semakin banyak tumbuh, maka penderita akan mengalami hal yang berupa kesulitan bernafas, karena lapisan tersebut menutupi jalan nafas.

Lapisan abu-abu ini biasa disebut dengan pseudomembran. Pseudomembaran ini dapat terbentuk karena berasal dari tumpukan-tumpukan sel mati yang rusak karena disebabkan oleh racun difteri yang menyerang. Selaput tersebut sangat lekat dengan jaringan yang terdapat di bawahnya. Sehingga apabila dikelupas atau diangkat maka dapat timbul darah.

  1. Sakit pada Tenggorokan

Bila anak Anda merasakan sakit pada tenggorokannya, segerlah perikasa pada dokter untuk memastikan penyakit yang diderita oleh sang Anak. Hal tersebut dilakukan, karena salah satu gejala dari difteri adalah sakit pada tenggorokan. Biasanya anak akan merasakan nyeri pada saat menelan makanan.

  1. Kelenjar Bengkak

Bila anak Anda merasakan sakit pada leher jangan disepelekan. Hal tersebut dapat terjadi kemungkinan bahwa anak Anda terserang difteri karena adanya pembengkakan kelenjar pada bagian leher. Pembengkakan tersebut diakibtakan oleh terjadinya pembengkakan pada kelenjar getah benih yang terdapat di leher anak.

  1. Cairan pada Hidung atau Mulut

Gejala difteri selanjutnya yang dapat muncul pada anak yang sedang terserang adalah munculnya cairan pada hidung atau mulut. Cairan yang muncul pada hidung anak biasanya seperti menyerupai lendir yang bersifat encer dengan lam kelamaan akan mengental dengan warna kuning atapun hijau yang dapat disertai dengan keluarnya darah.

  1. Sulit untuk Bernafas

Penderita anak yang sedang terjangkit oleh difteri akan merasakan kesulitan dalam bernafas. Penderita penyakit difentri terkadang juga akan mengalani bernafas cepat dan suara dari anak Anda serak. Kesulitan bernafas dan suara serak yang dirasakan oleh anak Anda tersebut diakibatkan oleh racun pada bakteri penyebab difteri.

Racun yang dihasilkan oleh bakteri penyebab difteri tersebut akan menghancurkan sel-sel sehat dan juga merusak saraf pernafasan. Anak yang mengalami difteri ini juga akan mengeluarkan suara seperti mengorok akibat terjadinya penyempitan salauran pernafasan.

  1. Batuk yang Keras

Bila anak Anda menderita difteri dapat dikenali juga dengan batuknya yang keras. Batuk tersebut menimbulkan rasa nyeri yang dapat dirasakan oleh anak Anda. Terkadang batuk ini juga disertai dengan sekret yang bercampur dengan darah.

  1. Demam dan Menggigil

Anak Anda jika mengalami demam disertai dengan menggigil, harus diwaspadai karena kemungkinan juga anak Anda mengalami penyakit difteri. Demam pada anak yang menderita difteri sangatlah khas. Demam tersebut akan terdeteksi dengan suhu terendah 38 derajat Celcius, namun terkadang juga disertai dengan menggigil.

  1. Perasaan yang Tidak Nyaman

Anak Anda juga dapat mengalami gejala seperti ini. Penderita tersebut akan mengalami sakit kepala, kebingungan dan kehilangan konsentrasi. Apabila penyakit difteri yang dideritanya sudah mengalami keparahan, anak Anda juga dapat mengalami gangguan penglihatan yang disertai dengan gangguan dalam berbicara atau berbicara yang kurang jelas.

Bila anak Anda sudah mengalami gejala difteri di atas, alangkah baiknya untuk membawanya ke dokter atau juga dapat mengonsumsi obat-obatan yang alami. Langkah pertolongan yang cepat akan menghindarkan anak Anda dari infeksi yang disebabkan oleh bakteri pembawa disentri.

Leave a comment.

Your email address will not be published. Required fields are marked*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.