admin November 6, 2019

Bisnis properti menjadi salah satu bisnis yang cukup menjanjikan. Menurut data Perkembangan Properti Komersial (PPKom) BI, harga properti komersial pada triwulan II 2019 menguat atau tumbuh 0,14%. Meningkatnya harga properti tersebut didorong oleh kenaikan di segmen lahan industri di sejumlah wilayah di Indonesia. 

Selain itu, pertumbuhan permintaan properti pada pada triwulan II 2019 juga meningkat 0,13%. Pertumbuhan permintaan tersebut didorong oleh kenaikan permintaan apartemen sewa yang mencapai 2,42%, perimintaan perkantoran sewa mencapai 0,67%, dan kenaikan permintaan ritel sewa yang mencapai 0,64%.  

Meskipun demikian, potensi besar yang menguntungkan pada bisnis properti ternyata tak lepas dari beberapa risiko dibawah ini:

  • sumber fisik (kebakaran, petir, banjir, gempa bumi, ledakan)
  • sumber sosial (kerusuhan, perusakan, terorisme, situasi politik)
  • sumber ekonomi (perubahan tren hingga nilai aset menurun) 
  • kemungkinan risiko terkena gugatan hukum (penggusuran, tuntutan hukum, kerusakan barang penyewa ketika melakukan perbaikan atau perselisihan kontrak dengan penyewa).
  • Serangan cyber terhadap sistem internal perusahaan properti.

Dengan demikian, para pelaku bisnis properti harus cermat merancang manajemen risiko untuk meminimalkan dampak dari risiko tersebut jika terjadi agar bisnis properti yang dijalankan dapat berjalan dan berkembang. 

Dalam menjalankan bisnis properti, berikut beberapa hal penting yang perlu diperhatikan:

 

  • Pembangunan Infrastruktur

 

Pembangunan infrastruktur yang dilakukan secara besar-besaran dalam beberapa tahun terakhir sangat mempengaruhi potensi bisnis properti. Tak sedikit orang yang bersiap memiliki hunian pribadi di sekitar fasilitas infrastruktur baru seperti stasiun, bandara, dan Light Rail Transit (LRT).

Harga properti yang meningkat karena lokasinya terbilang strategis ternyata tidak menyurutkan minat masyarakat. Akses menuju infrastruktur secara cepat dan praktis dianggap penting untuk mendukung kelancaran kerja dan keperluan lainnya.

 

  • Membidik Generasi Milenial

 

Mayoritas generasi milenial sudah memasuki usia produktif dan independen secara finansial karena sudah bekerja, berbisnis sendiri dan mendapatkan uang. Hal tersebut turut memicu kebutuhan milenial terhadap hunian pribadi. Proses kepemilikan properti yang mudah dengan kualitas hunian yang baik akan menjadi faktor penentu keputusan generasi ini dalam membeli properti. Sehingga diharapkan potensi bisnis properti semakin meningkat dengan membidik generasi milenial sebagai konsumen.

 

  • Asuransi

 

Properti yang memiliki asuransi akan memberikan nilai tambah. Asuransi dibutuhkan sebagai salah satu cara untuk meminimalisir dampak risiko dari kerugian finansial sesuai dengan manfaat polis asuransi properti yang dimiliki. 

Pengelola bisnis properti dapat mendaftarkan seluruh aset properti mulai dari bangunan dan isi bangunan (harta benda) untuk diasuransikan. Meskipun demikian, tidak semua properti bisa diasuransikan. Biasanya, asuransi meng-cover benda yang kelihatan (tangible assets), sedangkan benda tak kelihatan (intangible assets), seperti copy rights atau nama baik tidak masuk dalam cakupan asuransi. 

Dalam perusahaan asuransi, risiko atas harta benda biasanya masuk ke kategori asuransi umum, seperti Asuransi Properti, Asuransi Rekayasa, Asuransi Kebakaran, Asuransi Tanggung Gugat, dan jenis asuransi lainnya yang mencakup atas aset harta benda. Sementara itu, di Indonesia, asuransi properti dibagi menjadi dua, yaitu asuransi rumah dan asuransi bisnis dengan risiko yang berbeda.

 

  • Bermitra dengan ahli

 

Jika ingin memiliki produk asuransi untuk melindungi properti, dan belum yakin jenis asuransi mana yang ingin dibeli, ada baiknya berkerja sama dengan pakar manajemen risiko untuk mendapatkan konsultasi mendalam dan memberikan masukan terkait pencegahan risiko yang kemungkinan terjadi, serta pilihan produk asuransi yang tepat dan sesuai dengan risiko aset properti. Marsh risk management membantu melakukan identifikasi terhadap segala bentuk risiko yang dapat terjadi dan berusaha menghindarkan kemungkinan terjadinya risiko tersebut. Marsh memiliki tim yang telah berpengalaman dan dapat memberkan tinjauan komprehensif tentang risiko pada bisnis properti. 

Selain itu, Marsh membantu memilih produk asuransi dengan manfaat polis yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan melalui strategi manajemen risiko. Bisnis properti dapat terus berkembang dan juga memiliki nilai plus karena sudah terlindungi dengan polis asuransi yang tepat.

Leave a comment.

Your email address will not be published. Required fields are marked*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.