admin February 1, 2018

Alergi obat atau hipersensitivitas terhadap obat merupakan suatu reaksi abnormal dari sistem kekebalan tubuh terhadap obat-obatan. Tidak hanya obat resep, namun juga bisa berupa obat bebas maupun obat herbal. Reaksi hipersensitivitas terhadap obat berbeda untuk setiap orang, namun gejala yang umumnya terjadi adalah gatal, demam dan ruam. Untuk reaksi hipersensitvitas yang lebih berbahaya adalah reaksi anafilaksis yang dapat membuat tubuh mengalami syok, saluran napas menyempit dan tekanan darah pada tubuh turun secara tiba-tiba dan bisa menyebabkan kematian. Perlu anda ketahui, reaksi hipersensitivitas ini bukanlah efek samping dari obat yang anda konsumsi, namun anda memiliki reaksi hipersensitivitas dari obat tersebut. Reaksi hipersensitivitas terhadap obat dapat terjadi pada siapa saja tidak memandang umur maupun jenis kelamin. Untuk mengetahui apakah anda memiliki reaksi hipersensitivitas terhadap obat tertentu, yang bisa anda lakukan adalah dengan skin test. Pada uji ini anda akan dipaparkan dengan beberapa jenis obat pada kulit anda, apabila anda mengalami gejala hipersensitivitas maka sudah pasti anda tidak bisa mengkonsumsi obat tersebut agar kedepannya anda tidak mengalami reaksi yang tidak diinginkan. Ketika anda sudah tahu obat jenis apa yang dapat menimbulkan reaksi hipersensitivitas, maka ketika anda jatuh sakit dan harus ke dokter maka jangan sampai lupa untuk menginformasikan kepada dokter obat-obat apa saja yang harus anda hindari. Berikut adalah beberapa gejala yang sering terjadi apabila anda mengalami reaksi hipersensitivitas terhadap obat-obatan khususnya 1 jam setelah meminum obat tertentu.

  1. Demam
  2. Bengkak
  3. Gatal
  4. Kemerahan pada kulit
  5. Sesak napas
  6. Hidung berair
  7. Ketika bernapas terdengar bunyi
  8. Mata gatal
  9. Mata berair

Di atas merupakan gejala-gejala ringan yang biasa terjadi, untuk gejala berat yang harus anda perhatikan baik-baik dan harus mendapatkan penanganan dengan segera adalah sebagai berikut.

  1. Saluran napas menyempit
  2. Kesulitan bernapas
  3. Jantung berdetak dengan cepat
  4. Hilang kesadaran
  5. Gatal-gatal

Sedangkan untuk gejala yang hanya timbul ketika beberapa hari ataupun beberapa minggu setelah mengkonsumsi obat adalah sebagai berikut.

  1. Nyeri sendi, bengkak, demam, ruam, mual
  2. Anemia, kelenjar getah bening bengkak, tubuh bengkak, hepatitis kambuh
  3. Demam, ada darah dalam urin, peradangan ginjal, kebingungan, tubuh bengkak

Alergi yang disebabkan oleh obat biasanya disebabkan oleh zat-zat kimia yang ada pada obat. Sistem kekebalan tubuh akan mengenali zat tersebut sebagai zat berbahaya yang dapat membuat tubuh menjadi sakit. Oleh sebab itulah antibodi yang biasanya bertugas sebagai pelindung tubuh untuk mengeliminasi zat berbahaya seperti virus, akan mengeliminasi zat pada obat karena salah mengira zat pada obat sebagai zat berbahaya. Beberapa jenis obat-obatan yang sering menyebabkan timbulnya reaksi hipersensitivitas adalah sebagai berikut.

  1. Penisilin
  2. Kortikosteroid
  3. Obat kemoterapi
  4. Aspirin
  5. NSAID (Non Steroidal Anti Inflammatory Drugs)
  6. Obat HIV/AIDS
  7. Obat untuk penyakit autoimunObat bius lokal
  8. Opiat
  9. Echinacea pada obat herbal

Obat lainnya yang juga sering menyebabkan reaksi hipersensitivitas adalah vaksin. Reaksi dari vaksin biasanya timbul setelah adanya vaksinasi. Pada kasus tertentu reaksi hipersensitivitas yang terjadi disebabkan oleh vaksin tersebut, namun kebanyakan reaksi tersebut dipicu oleh bahan lain yang terdapat dalam vaksin seperti neomycin. Beberapa gejala yang timbul apabila mengalami reaksi hipersensitivitas terhadap vaksin adalah munculnya kemerahan pada kulit dan gatal-gatal. Biasaya gejala ini dapat sembuh dengan cepat dan tidak parah. Kontras x-ray yang biasanya digunakan pada pemeriksaaan rontgen juga menimbulkan reaksi hipersensitivitas. Namun gejala yang ditimbulkan biasanya tidak berat, hanya berupa kemerahan, gatal atau tekanan darah menurun.

Ada banyak sekali faktor-faktor yang menyebabkan seseorang mengalami reaksi hipersensitivitas terhadap obat-obatan. Beberapa diantaranya adalah sebagai berikut.

  1. Ada keluarga yang memiliki riwayat alergi
  2. Mengalami reaksi hipersensitivitas terhadap hal lainnya seperti makanan atau debu
  3. Mengalami reaksi hipersensitivitas dair obat lain yang memiliki kandungan senyawa yang sama
  4. Penggunaan obat tertentu dalam jangka panjang, dosis tinggi atau obat yang digunakan berulang kali
  5. Mengalami infeksi dari virus HIV atau Epstein-Barr

Banyak sekali hal yang dapat anda lakukan untuk mengurangi gejala dari reaksi hipersensitivitas akibat obat-obatan. Anda bisa berhenti menggunakan obat tersebut apabila anda sudah mengetahui dengan pasti bahwa obat itulah yang menjadi penyebab munculnya reaksi hipersensitivitas. Konsultasikan kepada dokter terhadap kondisi yang anda alami, dokter akan meresepkan antihistamin yang mampu menghambat zat dalam sistem kekebalan tubuh agar tidak aktiv ketika tubuh terpapar alergi. Obat lain yang kemungkinan diresepkan oleh dokter adalah kortikosteroid yang dapat mengurangi peradangan akibat reaksi hipersensitivitas. Anda juga harus selalu memiliki epinefrin dan perawatan medis lainnya sebagai pertolongan pertama.

(Visited 9 times, 1 visits today)

Leave a comment.

Your email address will not be published. Required fields are marked*